Yak! Pantai Greweng!!! Greweng Beach!!
Welcome to Gunung Kidul, Yogyakarta, Indonesia.
Setelah menunda-nunda, meilhat-lihat folder foto-foto, dan akhirnya muncul juga niat gue buat memulai post pertama jalan-jalan selama 2017 gue. 😆
Dan lewat post ini gue akan cerita tentang Greweng Beach.
Berawal dari percakapan singkat sama salah seorang temen gue di Yogya, yang kira-kira seperti ini:
TG (Temen Gue, nama asli disamarkan demi kebaikan bersama) : 'Eh Ngel, kamu udah pernah ke Gunung Kidul Belum?
G (Gue) : udah, tapi cuma beberapa aja.
TG : Oh udah. Ke mana aja?
G : Ke Baron doank sih, waktu itu sama ortuku pas mereka jalan-jalan ke Yogya.
TG : Oh, berarti yang lain-lain belum?
G : Belum. pengen sih, tapikan lumayan jauh ya.
TG : Ya, gapapa toh. Kayanya asyik kalau touring samamu ke sana. 😊
[perhatian, ini bukan kisah asmara, jadi jangan keburu berhenti di sini ngebacanya]
G : Ya boleh sih, dijadwalin aja mau minggu ke berapa, sama mau ke mana aja.
TG : karena kamu yang belum terlalu banyak datengin ke sana, kamu aja yang tentuin mau ke mana-mananya, aku ikut aja nanti. 😊😊
[inget, bukan cerita pdkt-an kok ini]
G : Oke! Kalo gitu nanti terima aja ya aku list ke mana-mananya. hehe.
Lalu gue buatlah list tersebut. Gue cari tau pantai-pantai apa aja yang ada di Gunung Kidul, gue follow IG yang isinya jalan-jalan. Dan akhirnya gue sadar, Gunung Kidul itu jauh dari kosan gue 😫. Tapi, gak masalah sih, soalnya Temen Gue aja selow-selow aja tuh pas liat daftar dan jarak yang harus ditempuh.. hahaha
Jadi Pantai Greweng itu di mananya Gunung Kidul?
Bisa dilihat lokasinya yang mendekati perbatasan Yogya sama Jawa Tengah.
Itu artinya, ni tempat emang jauuuuhh~~~
[dengan kata lain, pantat pegel dan bonus kram-kram dikit kelamaan duduk di motor]
WARNING! Jalannya bagus kok ke sana, tenang aja. Cuma, menurut pengalaman gue nih, sinyal hilang pas udah masuk daerah pantai-pantai ini, padahal gue pake provider Tel***sel yang katanya sinyal ampe pelosok negri 😕. Jadi, gue sarankan, kalau kalian emang pakai motor atau mobil ke sananya dan mengandalkan Google Maps seperti yang gue lakukan, download aja dulu offline maps-nya, demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Terus apa yang bisa dilakukan setelah sampai di sana? Ya main air atau pasir, namanya juga pantai. 😎
WARNING LAGI! Begitu sampai di parkiran motor (ada petunjuk bertuliskan Parkir ke Pantai Greweng), kita masih harus jalan lagi menuju pantainya. Kita pas lagi ke sana dan ngeliat jalannya yang harus banget pake jalan kaki di antara sawah-sawah dan batu-batu sempet nanya sama mas-mas yang jaga parkiran, "Mas, ini jauh gak sampai ke pantainya?". Masnya ngejawab gini, "Oh enggak kok, kira-kira satu kilo kok jalannya."
Oleh karena si mas mengatakan dengan sangat meyakinkan, maka kita jalan ke sana tanpa bermodalkan sunblock, payung, atau topi, padahal itu jam setengah 12 siang. Mikirnya, ah deket cuma sekilo doank mah.
Setelah melewati sawah-sawah dan sedikit hutan bambu kita bakal nemuin batu-batuan yang menemani sepanjang perjalanan kita. Pantai Greweng ini emang tersembunyi di balik bukit bebatuan gitu, makaya kalau dari jalan raya, kita gak bisa liat penampakan pantainya seperti apa. INGET, karena dia berada di balik bukit bebatuan, artinya kalian harus siap nanjak-nanjak, ngerem-ngerem pas jalan turun, berpegangan pada
Setelah sekian lama kalian berjalan, kalian akan sampai di hamparan pasir putih yang sebenarnya gak terlalu luas, airnya jernih, dan kalau gak kuat iman, pasti pengen banget lari-lari ala Baywatch [kalo gak tau Baywatch gak usah cari tau di google yaa] terus nyebur ke air yang jernih dan adem itu.

Pantainya seluas dua bukit batu di kanan kiri itu. Pas gue dateng gak terlalu ramai, mungkin karena faktor ini tempat gak ngehits banget di IG para traveller, tapi ternyata lokasi ini dijadiin tempat buat camping sama muda-mudi yang kangen tidur nenda sambil denger suara debur ombak. Ada satu warung makan yang sedia indom** rebus dan panganan lainnya yang bisa ganjel perut kalo udah laper abis ngecek ombak.
Buat kalian yang kangen sama suara ombak, tempat ini bagus buat mengisi relung jiwa kalian [tsaaah!!], soalnya walaupun pantai ini terbilang kecil, kalian bisa nikmatin pasir putih dan main air dengan puas. Gak terlalu banyak pengunjungnya (gue ke sana pas weekend padahal), dan air di pinggir pantainya juga gak terlalu dalem, ombaknya damai-damai, tapi kalau bawa anak kecil tetep harus di bawah pengawasan yaa.. 😄
Indonesia itu bagus
Indonesia itu indah
Indonesia itu luar biasa
Indonesiaku selalu akan membuatku rindu untuk pulang....
Ada yang tau ini hewan apa? Kecil merah terlihat ringkih tapi imut. Ketemu di Pantai Greweng, nyaris dibawa pulang sama Temen Gue, tapi ga jadi dibawa pulang soalnya gue marah-marah minta itu dilepasin aja ke habitat asalnya [iya gue galak 😠].
BONUS
Ini pemandangan pas balik dari pantai dan harus melewati bukit-bukit batu. Di puncak bukit batu itu, kita baru bisa liat penampakan lautnya walaupun belum bisa liat penampakan pantainya. Gak bagus kalo diambil lewat kamera, tapi kalau sampai sini, dijamin bakal bersyukur soalnya masih dikasih napas sama Yang Mahakuasa untuk sampai ke sana... ðŸ˜ðŸ˜
Biaya yang dikeluarkan:
Parkir Motor Rp 3.000,-
Nb: Masnya bilang cuma sekilo. Gue iseng pake aplikasi penghitung langkah yang bisa skalian ngukur berapa km yang udah gue jalanin. Hasilnya adalah tiga koma sekian kilometer, yang artinya kalau bolak-balik bisa mencapai enam koma sekian kilometer di bawah terik matahari tanpa perlindungan apa-apa. Kok gue masih belom kurus juga ya?? 😔
Oktober, 2017.




Komentar
Posting Komentar